Jadikan Motivasi, Orang-orang Ini Masuk Surga Tanpa Dihisab
Cari Berita

Advertisement

Jadikan Motivasi, Orang-orang Ini Masuk Surga Tanpa Dihisab

M Yazidinniam
1/28/19

Golongan Orang yang Masuk Surga Tanpa Hisab, Diperlihatkan beberapa umat kepadaku, ada seorang nabi atau dua orang nabi yang berjalan dengan diikuti oleh antara 3 sampai 9 orang

Setiap amal perbuatan yang dilakukan manusia di pasti di catat oleh malaikat, catatan amal manusia ini yang nantinya menjadi penentu, apakah ia kelak akan masuk ke surga atau ke neraka.

Naudzubillah jika kita masuk ke dalam neraka, sepatutnya kita bersyukur jika Allah memberikan surga yang telah ia janjikan untuk orang-orang muslim yang taat dengan perintah dan melaksanakan kewajibannya.

Sebab sudah menjadi janji Allah surga dengan segala kenikmatan dan kemewahannya, Rasulullah bersabda,

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Siapa saja yang akhir ucapannya adalah ’laa ilaaha illallah’(tiada sesembahan yang hak selain Allah), pasti dia akan masuk surga” (HR. Abu Dawud no. 3116. Dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani).

Penjelasan dari hadits diatas dapat kita ambil hikmah bahwasannya siapa saja yang memantapkan hatinya untuk kalimat syahadat maka ia termasuk ahli tauhid yang Insya Alllah mendapatkan jaminan untuk surga.

Golongan Orang yang Masuk Surga Tanpa Hisab


Imam Bukhari di dalam kitabnya meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhu, dari Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam bahwa beliau bersabda:

"Diperlihatkan beberapa umat kepadaku, ada seorang nabi atau dua orang nabi yang berjalan dengan diikuti oleh antara 3 sampai 9 orang. 

Ada pula seorang nabi yang tidak memiliki pengikut seorangpun, hingga ia diperlihatkan kepadaku sejumlah yang besar. Aku pun bertanya apakah ini? Apakah ini ummatku? Maka ada yang memberikan jawaban: 'Ini adalah Musa dan kaumnya,' lalu dikatakan, 'dan disana perhatikanlah ke ufuk.' Maka tiba-tiba ada sejumlah besar manusia memenuhi ufuk kemudian dikatakan kepadaku, 'Lihatlah ke sana dan ke sana di ufuk langit.' Maka tiba-tiba ada sejumlah orang telah memenuhi ufuk. 

Ada yang mengatakan, 'Inilah ummatmu, di antara mereka akan ada yang akan masuk surga tanpa hisab sejumlah 70.000 orang. Kemudian Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam masuk tanpa menjelaskan hal itu kepada para shahabat. Maka para shahabat pun membicarakan tentang 70.000 orang itu. 

Mereka berkata, 'Kita orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti rasul-Nya maka kitalah mereka itu atau anak-anak kita yang dilahirkan dalam Islam, sedangkan kita dilahirkan di masa jahiliyah.' Maka sampailah hal itu kepada Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam, lalu beliau keluar dan berkata, 'mereka adalah orang yang tidak minta diruqyah (dimanterai), tidak meramal nasib dan tidak mita di-kai, dan hanya kepada Allahlah mereka bertawakkal." [HR. Bukhari 8270]

Cara Masuk Surga Tanpa Hisab


Ketika usai membaca hadits diatas sungguh seorang muslim yang baik tentu menginginkan menjadi salah dari tujuh puluh ribu orang yang beruntung tersebut, sebagaimana yang disebutkan Rasulullah.

Ketika seorang muslim yang faham dengan hadits diatas, karena demikian semangatnya untuk bisa masuk surga tanpa hisab. Maka perlu di ketahui masuk surga tanpa hisab adalah imbalan yang Allah anugerahkan kepada hamba-hambanya yang memiliki tauhid didalam hatinya dengan sempurna.

Syaikh Muhammad At-Tamimi rahimahullah dalam kitab Tauhid nya, menjelaskan hal ini dengan ucapannya,

باب من حقق التوحيد دخل الجنة بغير حساب

“Bab, Barangsiapa yang mengamalkan tauhid dengan sempurna, maka masuk kedalam surga tanpa hisab”.

Barangsiapa yang masuk kedalam surga tanpa hisab, sudah pasti masuk surga tanpa adzab, namun barangsiapa yang masuk kedalam surga tanpa adzab, belum tentu masuk surga tanpa dihisab terlebih dahulu.

Dengan demikian, untuk menjadi golongan orang-orang yang masuk Surga tanpa hisab dan tanpa di adzab, haruslah bisa mengamalkan tauhid dengan sempurna. Selanjutnya, pertanyaan menarik yang perlu dilontarkan adalah Bagaimanakah menjadi orang yang mengamalkan tauhid dengan sempurna (tahqiq tauhid)?