Ramai Soal Islam Nusantara, Habib Lutfi Contohkan Dakwah Sunan Kudus
Cari Berita

Advertisement

Ramai Soal Islam Nusantara, Habib Lutfi Contohkan Dakwah Sunan Kudus

1/7/19



Penjelasan Habib Luthfi yang membawa kesejukan disaat banyak orang ramai menyoalkan islam nusantara.

Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya bicara soal Islam Nusantara. Menurut dia, Islam di mana pun tetap satu dan sama.

Yang membedakan hanyalah wilayah dakwah dan adat istiadat saat Islam pertama kali masuk. Perbedaan wilayah dan adat istiadat inilah yang membedakan cara dakwah para ulama ketika itu.

Ketika pertama kali Islam masuk ke sebuah wilayah, tak jarang pengaruh dari adat istiadat terdahulu di wilayah tersebut masih kental. Untuk mengubah itu secara langsung tentu bukan hal yang mudah.

Habib Luthfi kemudian mencontohkan dakwah Sunan Kudus di Kudus, Jawa Tengah. Kala itu di Kudus, karena pengaruh budaya terdahulu, mayoritas warga mengeramatkan hewan sapi. Sedangkan umat Islam ketika Idul Adha dianjurkan menyembelih sapi, kerbau, atau kambing.

Pada hari raya Idul Adha, Sunan Kudus membawa kembali sapi yang akan dikurbankan agar tidak disembelih. Kemudian dalam cemarahnya, Sunan Kudus meminta umat Islam di Kudus tidak menyembelih sapi.

"Apakah kita mau berpendapat bahwa Sunan Kudus melarang memotong sapi, Sunan Kudus mengharamkan sapi? Lha kok dangkal betul sih. Tidak berarti mengharamkan," kata Habib Luthfi saat Wawancara Eksklusif dengan detikcom yang tayang pada Rabu, 2 Januari 2019.

Justru dengan kebijaksanaan Sunan Kudus tersebut, orang-orang berduyun-duyun dan bersimpati. Bahkan kerajaan di Kudus waktu itu kemudian diserahkan kepada Sunan Kudus.

Begitu juga ketika para Sunan menyiarkan Islam di Jawa Barat, caranya berbeda dengan di Demak, Jawa Tengah. "Islam di sini ada halalbihalal, di Timur Tengah kan tidak ada. Jadi inilah Islam di Nusantara berbeda cara mendakwahkan Islam itu," jelas Habib Luthfi.

Sejarah Mengapa Muslim di Kudus Tidak Menyembelih Sapi


Di Kudus, sebagai kota santri yang terletak lebih kurang 500 km sebelah timur kota Jakarta, umat Islam memang tidak menyembelih sapi untuk kurban di Idul Adha. Mereka memilih menyembelih kerbau. Sebab, hal ini berdasarkan ajaran toleransi yang diajarkan oleh ulama penyebar Islam di kalangan Jawa yakni Sunan Kudus.

Sunan Kudus sangat menghargai umat Hindu yang menghormati hewan sapi. Demi menjaga perasaan Hindu, maka umat Islam diminta tidak menyembelih sapi, tapi diminta menyembelih kerbau. Hal itu menjadi tradisi dari dulu hingga sekarang.

Dari tradisi ini dapat disimpulkan bahwa ini adalah bukti tak terbantahkan akan toleransi umat Islam bentuk toleransi lain bisa dilihat dari akulturasi Menara Masjid Kudus yang menyerupai candi Hindu. Toleransi ini terbit karena kedalaman ilmu agama Sunan Kudus dan kedalaman imannya. 

Semakin paham Islam, maka semakin kuat iman, semakin subur kasih sayang dan toleransi dalam jiwa seorang muslim. Tidak malah ‘memaksa Tuhan’ dengan mengganti dana yang harusnya kurban digantikan untuk pembangunan sekolah, atau menuding Islam melakukan pembantaian terhadap hewan tiap tahun.