Tiga Keutamaan Dzikir Setelah Shalat Shubuh
Cari Berita

Advertisement

Tiga Keutamaan Dzikir Setelah Shalat Shubuh

2/4/19
Tiga Keutamaan Dzikir Setelah Shalat Shubuh

Tiga Keutamaan Dzikir Setelah Shalat Shubuh


Dzikir merupakan ibadah yang tidak terpaut waktu, ia sunnah dilaksanakan kapanpun oleh umat Islam.

Akan tetapi pada beberapa waktu, dzikir sangat dianjurkan dan memiliki nilai plus jika dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Salah satunya dzikir setelah shalat subuh. Sebagaimana Allah berfirman:


يآيها الذين امنوا اذكروا الله ذكرا كثيرا . وسبحوه بكرة وأصيلا


Artinya, “Hai, sekalian orang yang mu’min! Ingatlah Allah sebanyak-banyaknya dan tasbihlah memuji Allah pagi-pagi dan petang-petang” (Al Ahzab : 41 – 42).

Selain ayat di atas, perintah senada untuk banyak berdzikir terutama pada waktu petang dan pagi terekam dalam QS. Ali Imran ayat 41, QS. Al- Kahfi 28. Berdasarkan ayat-ayat tadi, waktu pagi adalah selepas shubuh hingga terbit matahari.

Rasulullah pun memiliki kebiasaan berdzikir setiap shubuh, usai shalat beliau tidak akan berdiri dari tempatnya dan berdzikir hingga matahari terbit, sebagaimana digambarkan oleh sahabat Jabir berikut ini


عن جابر بن سمرة قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا صلى الفجر جلس في مجلسه حتى تطلع الشمس.


Dari Jabjr bin Samrah berkata, adapun Nabi jjka telah selesai salat subuh, beliau duduk di tempatnya hingga terbit matahari (HR. Muslim)

Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan, bahwa hadis di atas secara umum menunjukkan keutamaan memperbanyak dzikir selepas shubuh.

Menurut para ahli bahasa kata kaanaa berarti menunjukkan sebuah peristiwa yang menjadi kebiasaan dan sering dilakukan.

Sementara dalam beberapa riwayat, Nabi Muhammad Saw. menyebutkan setidaknya ada tiga keutamaan bagi seseorang yang memperbanyak dzikir selepas salat shubuh, yaitu

Pertama, mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah. Salah satu hadis yang menyebutkan keutamaan berzikir selepas shalat shubuh terdapat pada hadis riwayat Imam Tirmizi berikut ini:


من صلى الفجر في جماعة ثم قعد يذكر الله تعالى حتى تطلع الشمس، ثم صلى ركعتين كانت له كأجر حجة وعمرة تامة تامة


“Barang siapa yang shalat shubuh berjamaah kemudian duduk berdzikir hingga matahari terbit kemudian shalat dua rakaat maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah sempurna, sempurna.”

Kedua, diampuni dosa-dosanya meski lebih banyak dari buih di lautan. Sebagimana diketahui buih di lautan tidak bisa terhitung, hal inj menunjukkan keutamaan dzikir setelah shubuh di antara waktu lainnya.


من قعد في مصلاه حين ينصرف من صلاة الصبح حتى يسبح ركعتي الضحى لا يقول إلا خيرا غفرت خطاياه وإن كانت أكثر من زبد البحر ”


“Barang siapa yang tetap duduk setelah shalat shubuh hingga shalat dua rakaat duha tidak berkata kecuali hal baik maka akan diampuni doa-dosanya sekalipun lebih banyak dari buih lautan.” (HR. Ahmad &Abu Daud)

Shalat shubuh mempunyai keistinewaan tersendiri sebab dilaksanakan di waktu yang pada umumnya sulit karena dilakukan selepas tengah malam, dimana sebagian besar manusia pada waktu tersebut terlelap.

Sehingga berdzikir selepas shalat shubuh pun menjadi sesuatu yang sulit dikerjakan, karena itulah barangsiapa yang mampu melakukannya akan diampuni dosanya meski sebanyak buih di laut.

Adapun tidak berbicara kecuali hal baik maksudnya adalah dzikir sebab sebaik-baiknya ucapan adalah dzikir.

Ketiga, akan dimasukkan ke surga dan tubuhnya tidak akan tersentuh api neraka, hal tersebut karena besarnya keutamaan berzikir selepas subuh hingga terbit matahari mampu menjadi pelindung dari api neraka yang sangat panas. Disebutkan dalam sebuah riwayat


من صلى الفجر ثم ذكر الله تعالى حتى تطلع الشمس لم يمس جلده النار أبدا “.


Barang siapa yang salat fajar kemudian berdzikir hingga terbit matahari maka api neraka tidak akan menyentuh kulit orang tersebut selamanya. HR. Baihaqi