Jadi Jalan Perselingkuhan, Ini Bahayanya 'Teman Tapi Mesra' Dalam Pandangan Islam
Cari Berita

Advertisement

Jadi Jalan Perselingkuhan, Ini Bahayanya 'Teman Tapi Mesra' Dalam Pandangan Islam

2/8/19
banyak sebagian orang yang ternyata memiliki kedekatan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya, tetapi hubungannya sangat dekat lebih dari teman biasa.

Saat menjalin hubungan dengan orang  untuk bersosial sudah menjadi hal yang wajar dilakukan manusia. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari interaksi dan menguatkan tali silaturahmi.

Namun, banyak sebagian orang yang ternyata memiliki kedekatan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya, tetapi hubungannya sangat dekat lebih dari teman biasa.

Istilah lainnya Teman Tapi Mesra "TTM" saking mesranya bahkan kedauanya sering menghabiskan waktu agar bisa bersenang-senang tanpa sepengetahuan pasangan resminya.

Bagaimana Islam memandang hal semacam ini, suka teman tapi mesra padahal sudah memiliki pasangan.

Dikutip dari Rumah Fiqih, Ustadz Sarwat LC mengingatkan setiap perselingkuhan yang terjadi pasti diawali dari pertemanan, apalagi model pertemanan yang ada mesra-mesranya.

Didalam islam sangat dilarang pertemanan seperti ini karena dampaknya yang berbahaya. Setiap TTM dikhawatirkan berujung pada zina yang didorong hawa nafsu, seperti firman Allah SWT dalam Surat Al Isra' ayat 32.

"Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suati jalan yang buruk."
Dalam hadist juga di terangkat yang diriwayatkan Bukhari Muslim, Ahmad Ibnu Majah, Thabrani Baihaqi, Rasulullah Muhammad SAW bersabda.

"Jangan sekali-kali seorang laki-laki menyendiri (khalwat) dengan wanita kecuali ada mahramnya. Dan janganlah seorang wanita bepergian kecuali bersama mahramnya"
Ini menjadi bukti secara tegas Islam mengharamkan khalwat, yakni menyepinya dua orang yang berlainan jenis dan bukan mahram yang jauh dari pandangan orang lain. Bila hal itu terjadi maka sebetulnya kedua orang itu akan ditemani setan untuk menggoda keduanya berbuat zina.

Bila masih teringat kenangan dengan seseorang yang sebelumnya memiliki hubungan, sebaiknya dilupakan tanpa memutuskan tali silaturahmi dan mengingat kembali batasan-batasan pertemanan yang baik sesuai anjuran Islam.