Islam Nusantara, Arti Maksud dan Tujuannya
Cari Berita

Advertisement

Islam Nusantara, Arti Maksud dan Tujuannya

Cang Karna
2/9/19

arti, maksud dan tujuan didirikannya islam nusantara

HARIANISLAM.COM
Islam Nusantara belum lama ini menjadi bahan perdebatan bagi berbagai pihak baik dari pakar dibidang keislaman maupun masyarakat awam. Dengan alasan istilah penamaan tersebut tidak sesuai dengan konsep Islam secara universal yaitu berdasar pada Al-Qur'an dan Sunnah maka hal inipun menimbulkan perseteruan antara pihak yang setuju dan tidak setuju.

Sebab banyaknya pihak yang berseteru terkait hal ini, akhirnya banyak pula efek yang timbul sebab munculnya istilah Islam Nusantara ini, diantaranya banyak yang melontarkan hujatan-hujatan kepada pihak yang bersangkutan, kesalah fahaman antar pemuka agama di semua kalangan, dan yang paling ekstrim adalah timbulnya gerakan-gerakan yang keluar dari ciri khas bangsa Indonesia yang santun dan saling menghormati.

Lantas apa sebenarnya Arti Islam Nusantara, dan Apa Tujuan dari Islam Nusantara?

Arti Islam Nusantara

Islam Nusantara dalam arti sempit adalah sebuah model Islam yang ada di Nusantara (Indonesia). Kita ketahui bersama bahwa masuknya ajaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur khusus yakni perdagangan.

Kemuadaian setidaknya ketika abad ke-16 ajaran Islam menyebar ke seluruh bagian Indonesia dengan begitu banyak melakukan penyesuaian terhadap kultur atau budaya yang sudah lama tertanam di bumi Nusantara. Bukan dengan cara kekerasan untuk memaksa rakyat Indonesia memeluk Islam, tapi dengan cara-cara halus yakni menyesuaikan budaya yang ada dan dikemas dengan nilai-nilai keislaman.

Istilah Islam Nusantara secara resmi digagas dan dideklarasikan oleh organisasi Islam terbesar di Indoonesia yaitu Nahdlatul Ulama pada tahun 2015 bertepatan dengan Muktamar NU ke 33 di Jombang Jawa Timur, yang mana juga telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Dari penjelasan di atas maka apabila kita meringkas atau menyimpulkan secara sederhana dari dibentuknya istilah Islam Nusantara adalah ajaran agama Islam yang khas ala Indonesia.

Tujuan Berdirinya Islam Nusantara

Jika ditarik sejarah, bahwa berkembangnya Islam di Indonesia adalah melalui tangan para Ulama yakni dalam hal ini adalah peran Walisongo, proses islamisasi pada masa itu disebutkan oleh Gus Dur yakni sebagai pribumisasi Islam, yang mana masuknya islam yakni melalui sendi-sendi budaya yang sudah ada sejak dahulu di Indonesia.

Dari sana terbentuknya Islam yang khas Indonesia adalah tidak lain sebab peran para Walisongo yang cukup mendominasi dalam menyebarkan ajaran Islam. Sampai sini dapat kita bayangkan bahwa betapa halusnya proses ajaran Islam masuk kedalam Indonesia, yang mana dengan latar belakang kebudayaan dan kepercayaan rakyat Indonesia yang kala itu masih berpegang kuat pada tradisi-tradisi lokal yang non Islami, tapi para ulama pada waktu itu berhasil mengatasinya dengan cara amat santun.

Menengok dari sejarah di atas, kita ketahui bersama bagaimana kondisi Islam secara global saat ini. Polekmik antar umat beragama sangatlah memanas, bahkan sering kita dengar adanya Islam garis keras alias Radikal.

Kita ambil contoh saja konflik yang belum lama ini melambung ke permukaan yakni tentang sebuah kelompok yang hendak mengganti dasar negara Indonesia, gerakan Islam radikalis yang selalu menggaungkan bahwa semua harus kembali pada hukum ke-Khalifahan, dan sering menentang apa yang telah ditetapkan oleh negara.

Tidak bisa disalahkan, sebab mereka sebenarnya berkiblat pada budaya di Arab, yang mana tentu tempat itu adalah tonggak peradaban Islam di dunia. Tapi siapa sangka bahwa hal itu menimbulkan sebuah kekakuan dalam memahami Islam secara utuh dan menerapkannya di wilayah bumi Nusantara.

Dari sinilah tujuan dibentuknya istilah Islam Nusantara, yakni untuk menjaga nilai-nilai pelajaran yang dulu diterapkan Ulama Nusantara untuk menyebarkan ajaran Islam di bumi pertiwi.

Islam Nusantara bukanlah bentuk Islam baru, tetapi Islam Nusantara adalah sebuah hasil inti sari para ulama terdahulu yang kemudian dengan harapan di zaman yang penuh dengan propaganda ini mampu menjadi sebuah solusi untuk menghasilkan sebuah peradaban Islam yang santun, hangat dan menyejukkan bagi seluruh umat. (*)